Buruh, Media, dan Bangsa Kita

… Arif dan reflektiflah dalam menanggapi berita. Janganlah kita menjadi generasi beranalisis dangkal dan tidak punya empati. Media dan teknologi telah mempercepat segalanya, tapi jangan sampai kita terlalu cepat (reaktif) dalam berpikir.🙂

Bening Tirta Muhammad

Selamat malam,

Beberapa hari yang lalu, telah dimuat sebuah berita tentang tuntutan buruh (lokal) pada perusahaan. Responnya… netizen menghujat perilaku buruh yang terlihat tidak masuk akal. Bagi yang belum tahu, monggo disimak dulu sejenak: http://m.detik.com/finance/read/2014/09/07/162410/2683667/4/

Membaca tulisan saya ini akan lebih reflektif jika kamu membaca 20 komentar-komentar teratas dari berita ini. Responnya beragam dengan maksud yang sama.

Judul artikel ini “Buruh Menuntut (Lagi) Kenaikan Upah”. Klise? Makanya redaksi kasih indikasi pengulangan dengan frase “lagi” di sana.

Ada beberapa sudut bagaimana kita bisa menanggapi berita ini dan komentar-komentar responsif-reaktif oleh para pembaca.

Soal angka…

Dalam artikel tersebut dikutip soal buruh di Australia yang notabene negara maju. 42 juta rupiah per bulan, apa iya segitu banyak? Menurut saya jika yang dimaksud buruh ‘kasar’ pabrik, tidak mungkin dapat penghasilan bersih segitu. Kecuali, buruh yang ‘halus’an, yang sudah belajar banyak keterampilan dan diberi amanah yang lebih ‘mikir’ oleh yang memperkerjakannya. Tentu tidak apple to…

View original post 866 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s