Singapore (Part I)

Niat awalnya Mas pacar pengen ketemu Ibuk dan saya juga pengen jumpa Ibuk setelah hampir 6 tahun berpisah. Beliau bekerja menjaga orang tua di sebuah apartment di daerah Bedok North, Singapore. Tapi, mumpung pas  liburan juga, kenapa enggak sekalian jalan-jalan belajar jadi backpacker🙂

Jadi dari sunway kami ke KL Sentral untuk ganti arah train ke jurusan Seremban: Bandar Tasik Selatan. Dari BTS, langsung nyebrang jembatan yg langsung menghubungkan ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Gini nih kerennya Malaysia, pembangunan infrastruktur pelayanan publiknya mudah dijangkau dan saling bertaut antara tempat satu ke tempat satunya. TBSWell, setelah cek tiket dan masuk ke ruang tunggu, Bus menuju Singapore akhirnya datang. Total perjalanan dan keluar masuk imigrasi sekitar 4 jam kurang, cukup cepat ya kan.. Iyalah wong drivernya kalap ngebut😀 Cerita sedihnya kami belum matang mempersiapkan trip gila ini, termasuk nuker uang ringgit ke Dollar Singapura. Jadi setelah diturunkan di Golden Mile Complex, Beach Road yang mana ini kawasannya para “Kupu-Kupu Malam” berkeliaran,  kami nggembel. Kami ngga tahu mau nginep di mana, kami ngga tahu kami menginjakkan kaki di negeri apa, yang kami tahu di situ adaah area Kupu-Kupu Malam yg bergelayut manja di lengan-lengan kekar para lelaki;ada yang setengah sadar, ada yang lagi muntah, bahkan ada yang lagi kejar-kejaran. Idiiih, mimpi apa gw semalam nyasar di tempat ajaib ini😦 Sedih kan? iya, menyedihkan banget cuma nggembel di pinggir mall yg sudah tutup, mencoba berpikir jernih bagaimana caranya menggunakan waktu antara pukul  4 pagi sampai pukul 10 pagi menunggu money changernya buka. Okay, tidak ada pilihan lagi selain segera angkat kaki dari tempat menyedihkan tadi. Kemudian kami jalan-jalan antara Nicoll Highway sampai alhamdulillah kesasar ke Kampong Glam. Kenapa alhamdulillah? Karena di sini looks different than other place, this is kampong melayu!

ImageNah, akhirnya pada pukul 6 pagi untuk pertama kalinya di Negeri Singa ini, kami mendengar suara adzan subuh yang berasal dari Masjid Sultan di belakang kompleks Islam Centre. Sudah penat, sudah lelah dengan masing-masing tas berat di punggung kami, harapan terakhir adalah menemukan hotel yg kami rencanakan dari awal dan berdoa semoga hostelnya menerima uang ringgit malaysia, tapi setelah berputar-putar di sekitaran kompleks Masjid Sultan, hostel Sleepykiwi yang kami cari sudah berubah jadi kafe,   apes. Yasutralaa, makin luas daerah jajahan kami mengelilingi Kampong Glam bahkan merambat ke daerah Victoria Street, sekedar menuruti apa yang googlemaps arahkan. Bahkan sempat duduk di bawah kanopi pohon-pohon besar di depan Santa Grand Hotel Bugis dan berpikir akan berapa ratus dollar keluar dari kantong kami kalau menginap di situ😀 jadi masih mempelajari apa yang ditunjukkan oleh googlemaps, akhirnya kami menemukan hostel untuk Backpacker. Yeaayyy! Meski harus menunggu kurang lebih 1 jam untuk check in, lumayan lah $70 untuk 24 jam lebih 4jam daan, mereka menerima duit ringgit jugaak, cihuy! Setelah ini kami harus segera ke Bedok North untuk menjumpai Sang Ibunda setelah 6 tahun berpisah, mari istirahat duyuu😉

Image. Image

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s