Memaknai Lebih Jauh

Rasanya sudah total menjamu setiap hidangan pagi dengan senyuman dan nada2 sumbang lagu dari bibir ini kemudian berjalan ringan menapaki jalanan Petaling Jaya menuju pabrik tempatku bekerja. Memasuki bulan ke-22 aku di Malaysia, mereka bilang aku TKI. Iya memang aku TKI, hahaha. Rasanya hampir dua tahun di sini hidupku tidak hanya berjalan ataupun berlari, tapi MELOMPAT! Iyak, melmpat, bukan dari segi finansial yg ingin kubicarakan sekarang walaupun hal itu memang benar iya. Tapi lebih tentang apa-yang-mereka-sebut sebagai aktuasi diri, makna kehidupan yg sebenarnya.

Keras, kejam tapi dengan survive, tahan banting kemudian terus berupaya untuk belajar dari kesalahan, dua tahun rasanya begitu cepat yaa. Bahkan di usia yg hampir 20tahun ini saya sudah merasa terlalu tua, haha gila. Well, setiap hari saya dihadapkan oleh berbagai problema kehidupan termasuk pekerjaan yg menyita waktu; 12 jam woy! 12 jam dipercayai mengatur produksi sebuah tempat mulai dari barang belum jadi, dibuat sampai hasilnya dihantar ke tempat selanjutnya. Usia 20 tahun bagiku rasanya menakjubkan untuk mengatur hampir 30 orang yg kesemuanya lebih tua bahkan banyak juga yg sudah menjadi ibu.

Mengatur bukanlah pekerjaan yg mudah, namun kompleks, begitu kompleks, ditambah usia yg orang bilang masih bau kencur ini, mereka sangsi.

Ah persetan. Dari usia kepala dua, dari 18tahun dulu aku yg masih lugu kemudian terpancung oleh jalan hidup yg sudah dibuat-Nya atas keinginanku sendiri juga, syukur alhamdulillah masih waras, masih sehat, malah rasanya makin menakjubkan dan selalu pengen bersyukur sama Allah SWT atas jalan ini.

Bekerja itu tidak hanya tentang mencari nafkah/ mencari duit tetapi lebih kepada pengalaman menarik di setiap edisinya. Hari kemarin aku bahagia kerjaanku beres, terus lupa dan ngga disiplin sehingga mengakibatkan pekerjaan hari ini berantakan dan dimarahi atasan, naah besoknya aku ingat, jadi masalah yg kemarin tidak terulang, tapi ada masalah lain lagi yg muncul, lebih rumit, aku hampir putus asa tapi keadaan memaksaku untuk menghadapinya dan menyelesaikannya dg kepala dingin. Dari situlah aku mulai mengerti makna sesungguhnya.

Capek kerja itu biasa, that’s something crazy memang, but it makes you be stronger than before, rite? Tinggal tidur aja cerita selesai kok, lanjut ke cerita berikutnya ntarđŸ˜€

Kadang saking frustasinya sampai mau nangis, iya nangis-karena sakit hati. Tapi hellooo, kerja itu bukannya mengedepankan profesionalisme ya? kalau semuanya dipikir terlalu dalem sampai ke hati yakin bakal kacau otakmu. Think BIG! be mature, ini cuma pekerjaan! cuma numpang lewat, kalau udah selesai yaa udah ganti kerjaan selanjutnya. Gitu aja kok repot, gitu aja kok terlalu dipikirin :p

Tidak ada yang lebih menarik daripada saat dimarahi atasan maupun pura-pura memarahi anak buah maupun tertawa bersama atas kelucuan-kelucuan tak terduga maupun rasa kekeluargaan yg begitu kental dari semua teman seperjuangan di perantauan maupun perpisahan dan juga air mata haru saat beberapa dari mereka satu per satu pulang ke Indonesia. You know, itu benar-benar membuatku semakin bisa memaknai karunia kehidupan ini :’) Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin …Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s