Filosofi Indra Manusia (Edisi Juli 2013)

Pagi tadi pikiran masih acakadut, badan lemes, ngantuk luar biasa dan serba kacau. Rasanya mau muntah gitu kan yaa mikirin kerjaan. Ah, terlalu klise😀. Ini ada beberapa petikan dari seorang guru gokil yang tweet-tweetnya memang luar biasa memotivasi, sebut saja @jsumardianta. Nah, saya cuma mau menjabarkan a.k.a menganalisa dari ke-acakadut-an pikiran saya dari hari pertama kerja tadi🙂

“Anda lahir dengan dua mata di wajah. Anda tidak boleh terlalu melihat ke belakang. Jadilah visioner. Fokuskan pandangan ke masa depan.”

Hari kemarin menjadikan pembelajaran untuk semakin baik kedepannya, bukan? Misalnya Kemarin kamu kecewa dengan anak buahmu yang bekerja malas-malasan sehingga membuat pekerjaan satu tim menjadi berantakan, alhasil si Bos marah besar dan kamu terancam dipecat kalau terus-terusan membikin kesalahan sejenisnya. Kamu hampir menyerah, pasrah. Tapi apa yaa harus disesali? Semakin hari kamu harusnya semakin tumbuh, pikiranmu tumbuh, mentalmu tumbuh, menjadikanmu lebih kuat. Kemarahan si Bos itu jadi pijakan untuk melompat ke arah yg lebih tinggi. Kalau kamu berhasil, rasanya bakal puas kok juga prestasimu bakal bernilai di mata orang lain termasuk si Bos.

“Anda punya dua telinga kanan-kiri agar bisa mendengar dari dua sisi. Mengumpulkan pujian & kritik. Menyortir mana manfaat & mana mudarat.”

Kamu sudah besar, hampir 20 tahun -kepala dua yaa😀 Telingamu berfungsi dengan baik. Maksudku seluruh sistem pendengaranmu masih normal smpai ke syaraf-syaraf otak yang meresponnya dan menghasilkan reaksi berupa tindakan. Kamu bisa membedakan kapabilitas pembicaraan/nasehat/kritikan bahkan cemohan si A, si B, si C dalam pekerjaan mana satu yang lebih baik kamu terima, kamu tolak, atau kamu proses semuanya campur aduk dalam otakmu kemudian hasilnya adalah tindakanmu, act-mu dalam menyikapi berbagai persoalan di kerjaan. Dalam hal ini memang seharusnya kita menurut apa yg dikatakan si Bos, dan mendengar keluh kesah anak buah mengenai problema yg dihadapinya. Mau tidak mau sikap profesional itu tidak lantas dengan bersikap kaku, interdisipliner. Kamu manusia kan? anak buahmu juga manusia loh, bukan robot. si Bos juga manusia, bukan hitler (hah!) Jadi dalam menerima informasi dari kesemuanya kamu butuh banyak improvisasi, terus belajar dari kesalahan -denger nasihat dari para senior oke lagi🙂

Anda punya 2 mata & 2 telinga. Mulut hanya 1. Mulut tajam bs menyakiti & membunuh. Bicaralah sesedikit mungkin. Lihat & dengar sebanyak2nya.

Nah, ini nih. Mulutmu harimaumu! Jangan pernah bicara saat marah daripada mengeluarkan statement kasar yang menjatuhkan harga diri kamu di depan anak buah maupun si Bos. Integritasmu mana? Talk less do more. Bicaralah sesedikit mungkin tapi tidak lantas jadi pendiam, hanya saja porsi mendengar dan melihatmu harus dilebihkan daripada porsimu dalam berbicara. Dari situ kamu lebih bisa menyortir/ menyaring dan meningkatkan kualitas omogan kamu.

 

Tapi ya gimanapun pekerjaan itu, menurut saya pribadi, kita kudu punya orisinalitas, punya ke-khas-an, kita punya gaya dalam memimpin, dalam mengelola sebuah proyek. Seperti kata Paulo Coelho:

“Jika Anda senantiasa merisaukan pendapat orang lain, Anda tidak akan pernah meyakini prinsip hidup Anda sendiri.”

 

Selamat Semangat Bekerja !🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s