Vikynisasi Dalam Goffmann (1959)

Heboh seputar Vicky Prasetyo mengerucut kepada tanya, apa gunanya berbusa-busa berpidato, apa gunanya njlimet dalam teori dan konsep, kalau akhirnya tidak bisa digunakan atau diterapkan?

Kehidupan sosial merupakan sebuah panggung sandiwara. Di tengah panggung sosialnya, seseorang berusaha tampil tertentu agar orang memiliki kesan positif pada dirinya. Namun ketika tampil sebagai orang tertentu dalam kehidupan sosialnya tersebut, individu memiliki rujukan pengetahuan atau standar perilaku yang sudah mereka sepakati secara kolektif. Dengan demikian, pada dasarnya orang hanya mengaktivasi bagian dari dirinya yang sesuai dengan situasi yang di hadapi. Sementara dengan perkembangan tekhnologi seperti sekarang, kesepakatan-kesapakatan kolektif demikian menjadi begitu kabur. Orang kadang dituntut untuk memainkan peran-peran baru yang sebelumnya tidak pernah ia perankan. Dalam tinjuan psikologi kognitif, individu belum memiliki skema-skema yang dapat ia aktivasi. Sehingga ia butuh membangun skema yang baru. Namun dengan gerakan perubahan yang begitu cepat, informasi yang melimpah, tuntutan peran-peran baru yang juga begitu cepat, proses pembentukan skema itu juga menjadi tidak mudah. Apalagi untuk sampai menjadi skema yang menetap.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s